Rabu, 12 September 2012

Contoh Soal Sistem Fisik dan Perpectual PBD

Diposting oleh Unknown di 19.51 0 komentar

Contoh soal :
Dalam bulan Januari 2007 PD Makmur Abadi memiliki data sebagai berikut :
Jan 5 Dibeli dari PT Perkasa 6 ton barang dagangan @ Rp 750.000,secara
kredit
Jan 7 Dikembalikan pada PT Perkasa barang dagangan sebanyak ½ ton
yang telah dibeli karena mutunya tak sesuai dengan pesanan.
Jan 10 Dijual kepada PT Sejahtera 3 ton barang dagangan @ Rp 825.000
Jan 12 Diterima dari CV Sejahtera 2 kwintal barang dagangan yang dijual
karena rusak.
Dari data tersebut diminta mencatat transaksi dalam jurnal umum jika
perusahaan menggunakan sistem pisik dan sistem perpetual.
Jawab :
Sistem Fisik :
TANGGAL
KETERANGAN
DEBET
KREDIT
2006
5
Pembelian
Rp 4.500.000

JAN

   Utang Usaha

Rp 4.500.000

7
Utang Usaha
Rp 375.000



  Retur Pemb. Dan Pengur. Harga

Rp. 375.000

10
Piutang Usaha
Rp 2.475.000



  Penjualan

Rp 2.475.000

12
Retur Penjln dan Pengrn Harga
Rp 165.000



  Piutang Usaha

Rp 165.000

Sistem Perpetual :
TANGGAL
KETERANGAN
DEBET
KREDIT
2006
5
Persediaan Barang Dagangan
Rp 4.500.000

JAN

  Utang Usaha

Rp 4.500.000

7
Utang Usaha
Rp 375.000



  Persediaan Barang Dagangan

Rp 375.000

10
Piutang Usaha
Rp 2.475.000



  Penjualan

Rp 2.475.000


HPP
Rp 2.250.000



  Persediaan Barang Dagangan

Rp 2.250.000

12
Retur Pnjualan dan Pengrn Harga
Rp 165.000



  Piutang Usaha

Rp 165.000


Persediaan Barang Dagangan
Rp 150.000



  HPP

Rp 150.000

Sistem Perpectual Persediaan Barang Dagangan

Diposting oleh Unknown di 19.49 0 komentar

System Buku ( perpetual system )
Dalam system perpetual, perubahan jumlah persediaan ( fisik maupun rupiah ) dimonitor setiap saat. Caranya dengan menyediakan kartu persediaan untuk setiap jenis persediaan. Kartu ini berfungsi sebagai buku pembantu persediaan
barang dan digunakan untuk mencatat mutasi persediaan setiap hari. Setiap terjadi mutasi persediaan barang selalu dicatat dalam akun persediaan sehingga
jumlah persediaan sewaktuwaktu
dapat diketahui dengan melihat kolom saldo
akun persediaan.
Rekeningrekening
yang dipergunakan dalam system ini adalah :
a) Persediaan Barang dagangan atau sediaan
b) Penjualan
c) Potongan penjualan
d) Retur Penjualan
e) Harga Pokok Penjualan.
Secara teori pada akhir periode tidak perlu dibuat penyesuaian karena harga
penyesuaian persediaan sudah tercermin dalam akun persediaan. Akan tetapi
dalam kenyataannya nilai persediaan yang sebenarnya tidak selalu sama dengan
saldo akun. Jika hal ini terjadi perlu diadakan penyelidikan sebabsebabnya.
Selisih yang terjadi dipindahkan dari akun persediaan ke akun selisih persediaan.







Sistem Fisik Persediaan Barang Dagangan

Diposting oleh Unknown di 19.47 0 komentar

Sistem Fisik ( physical/periodical system )
Pada system ini, Harga Pokok Penjualan ( cost of goods sold ) baru dihitung dan
dicatat pada akhir periode akuntansi. Cara yang dilakukan adalah dengan
menghitung kuantitas barang yang ada di gudang di setiap akhir periode,
kemudian mengalikanya dengan harga pokok per unitnya. Dengan cara ini maka
jumlahnya, baik pisik maupun harga pokoknya, tidak dapat diketahui setiap saat.
Konsekuensinya, jumlah barang yang hilang tidak dapat dideteksi oleh system
ini.
Pada sistem ini nilai persediaan barang harus dihitung berdasarkan persediaan
pisik yang ada di gudang atau stock opname. Hasil perhitungan pisik pada akhir
periode dibuat jurnal sebagai berikut :
Untuk persediaan awal
TANGGAL
KETERANGAN
REF
SALDO
DEBET
KREDIT
2009





Maret
31
Ikhtisar Laba Rugi

4.600.000


    Persediaan

 -
4.600.000







Untuk persediaan akhir :
TANGGAL
KETERANGAN
REF
SALDO
DEBET
KREDIT
2009





Maret
31
Persediaan

5.750.000


Ikhtisar Laba Rugi

 -
5.750.000







yang digunakan dalam system pisik ini adalah :
1. Persediaan barang dagangan atau sediaan.
2. Pembelian barang dagangan atau Pembelian
3. Biaya Angkut Pembelian
4. Potongan Pembelian
5. Retur Pembelian
6. Penjualan
7. Potongan Penjualan
8. Retur Penjulan
9. Harga Pokok Penjualan
Dalam sistem ini mutasi persediaan barang tidak dapat diketahui dalam bukubuku,
karena setiap pembelian barang dicatat dalam rekening pembelian. Karena
tidak ada catatan mutasi persedian maka harga pokok penjualan juga tidak
dapat diketahui sewaktuwaktu.
Harga Pokok Penjualan baru dapat dihitung
apabila persediaan akhir sudah dihitung.
Perhitungan Harga Pokok Penjualan dilakukan sebagai berikut ;


Persediaan Barang ( awal )                  Rp……………….
Pembelian ( netto )                                Rp ………………
                                                                 -----------------------+
Barang tersedia untuk dijual                Rp ……………..
Persedian barang ( akhir )                    Rp……………….
                                                                 ----------------------(-)
Harga Pokok Penjualan                         Rp ……………….


Ada masalah yang timbul apabila digunakan sistem pisik, yaitu jika diinginkan
menyusun laporan keuangan jangka pendek ( interim ) misalnya laporan
bulanan, harus mengadakan perhitungan pisik terhadap persediaan yang ada.
Bila jumlah dan jenis barang dimiliki cukup banyak maka akan kegiatan ini akan
memakan waktu yang cukup lama, sehingga laporan keuangan juga akan
menjadi terlambat.

Prosedur dan Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagangan

Diposting oleh Unknown di 19.46 0 komentar

PROSEDUR DAN METODE PENCATATAN
Untuk menentukan nilai persediaan barang pada akhir periode, yang harus
dilaporkan dalam neraca, atau menentukan besarnya harga pokok persediaan barang
yang telah dijula, atau telah digunakan, yang akan dilaporkan dalam Laporan rugi
laba, maka perlu diadakan perhitungan. Untuk menghitung nilai tersebut sebenarnya
tidak sulit, apabila harga pokok barang selama periode akuntansi tidak mengalami
perubahan. Namun kenyataan bahwa harga pokok barang selalu mengalami
perubahan, sehingga muncul pertanyaan, seberapa besar nilai persediaan akhir atau
harga pokok barang yang dijual/digunakan yang harus dilaporkan pada akhir
periode.

Pengertian Persediaan

Diposting oleh Unknown di 19.45 0 komentar

PENGERTIAN PERSEDIAAN
Persediaan adalah barang yang dimiliki oleh perusahaan untuk dijual kembali atau
diproses kembali. Persediaan merupakan aset dan merupakan unsur aktiva lancar
dalam neraca. Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia, menyebutkan bahwa istilah
persediaan digunakan untuk menyatakan :
  • Barang yang tersedia untuk dijual ( barang dagang/barang jadi )
  • Barang yang masih dalam proses produksi untuk diselesaikan, kemudian dijual (barang dalam proses/pengolahan )
  • Barang yang akan digunakan untuk produksi barangbarang jadi yang akan dijual ( bahan baku dan bahan pembantu ) dalam kegiatan normal perusahaan.

Rabu, 05 September 2012

Hijab

Diposting oleh Unknown di 09.06 0 komentar




Selasa, 04 September 2012

Mengelola Kartu Persediaan Barang Dagangan

Diposting oleh Unknown di 19.51 3 komentar


PENGERTIAN PERSEDIAAN
Persediaan adalah barang yang dimiliki oleh perusahaan untuk dijual kembali atau
diproses kembali. Persediaan merupakan aset dan merupakan unsur aktiva lancar
dalam neraca. Menurut Prinsip Akuntansi Indonesia, menyebutkan bahwa istilah
persediaan digunakan untuk menyatakan :
  •  Barang yang tersedia untuk dijual ( barang dagang/barang jadi )
  •  Barang yang masih dalam proses produksi untuk diselesaikan, kemudian dijual (barang dalam proses/pengolahan )
  • Barang yang akan digunakan untuk produksi barangbarang jadi yang akan dijual ( bahan baku dan bahan pembantu ) dalam kegiatan normal perusahaan.

Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info
 

Fadhilah Ilmu Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review