Identifikasi pelanggan bertujuan agar penjualan kredit dilakukan kepada pembeli yang tepat, baik tingkat bonafiditasnya maupun maksimal kredit yang diterimanya. Oleh karena itu, kegiatan identifikasi pelanggan harus mampu memperoleh data mengenai pelanggan yang dapat dijadikan dasar dalam menentukan tingkat bonafiditas, dalam arti dapat dipercaya tidaknya seorang pelanggan dan tingkat kemampuan mengembalikan kredit yang diberikan. Data pelanggan untuk kepentingan tsb antara lain :
1. lamanya menjadi pelanggan perusahaan
2. besarnya kredit maksimal yang pernah diberikan
3. kelancaran pengembalian kredit pada periode yang lalu
4. status kredit yang sedang berjalan
5. kondisi perusahaan pelanggan yang sedang berjalan
chat yuk
Labels
- AKTIVA TETAP (4)
- AKUN AKUN (2)
- AKUNTANSI (19)
- AKUNTANSI KAS (5)
- BARANG DAGANGAN (9)
- BIAYA (5)
- BIOKIMIA (1)
- BUAH (1)
- BUKTI TRANSAKSI (4)
- BUKU BESAR (2)
- BUKU BUKU (1)
- CONTOH CONTOH SOAL (3)
- DASAR DASAR AKUNTANSI (6)
- DOKUMEN TRANSAKSI (1)
- DOWNLOAD (2)
- GAMBAR (4)
- HARGA POKOK PESANAN (2)
- HIJAB (1)
- INFORMASI (1)
- JURNAL (14)
- MANFAAT BUAH (1)
- MANUFAKTUR (16)
- METODE (3)
- METODE PENILAIAN PBD (4)
- METODE PENYUSUTAN (2)
- PAJAK (3)
- PERSEDIAAN (9)
- PERSEDIAAN BARANG DAGANGAN (9)
- PERUSAHAAN JASA (3)
- PIUTANG (5)
- SISTEM FISIK (2)
- SISTEM PERPECTUAL (2)
Blog Archive
Blog List
Selasa, 06 November 2012
Perlengkapan yang Diperlukan dalam Pengelolaan Kredit
a. Daftar Order Penjualan yang memuat antara lain nama pengirim order, besarnya order, dan kredit yang diberikan
b. Daftar pelanggan
c. Daftar usia piutang
d. Peralatan dan perlengkapan
b. Daftar pelanggan
c. Daftar usia piutang
d. Peralatan dan perlengkapan
Categories
PIUTANG
Sistem Voucher
Sistem voucher adalah suatu metode dan prosedur pencatatan yang dilaksanakan untuk mengadakan pengawasan secara efektif terhadap pembayaran-pembayaran atau pengeluaran-pengeluaran uang.
Prosedur pencatatan dalam sistem voucher :
1. Setiap kewajiban yang pada akhirnya harus diselesaikan dengan pengeluaran kas harus dicatat dalam voucher. Voucher adalah merupakan bukti adanya persetujuan untuk mengeluarkan uang.
2. Semua voucher yang dikeluarkan dicatat dalam voucher register, dan diarsipkan dalam satu file
3. Pada saat akan melakukan pembayaran, voucher diambil dari file, kemudian dibuat cek
4. Semua cek yang dikeluarkan dicatat dalam check register
5. Memposting voucher register dan check register.
Prosedur pencatatan dalam sistem voucher :
1. Setiap kewajiban yang pada akhirnya harus diselesaikan dengan pengeluaran kas harus dicatat dalam voucher. Voucher adalah merupakan bukti adanya persetujuan untuk mengeluarkan uang.
2. Semua voucher yang dikeluarkan dicatat dalam voucher register, dan diarsipkan dalam satu file
3. Pada saat akan melakukan pembayaran, voucher diambil dari file, kemudian dibuat cek
4. Semua cek yang dikeluarkan dicatat dalam check register
5. Memposting voucher register dan check register.
Categories
AKUNTANSI KAS
Rekonsiliasi Bank
Pada umumnya perusahaan-perusahaan uangnya di Bank, dan melakukan pembayaran dengan cek, kecuali pengeluaran-pengeluaran dalam jumlah kecil.
Saldo rekening bank menunjukkan jumlah uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro/rekening koran, maka di catat di sisi debet oleh perusahaan.
Pihak bank juga mencatat tentang utang rekening koran dengan setiap nasabahnya.
Saldo utang rekening koran menunjukkan jumlah uang nasabah yang terutang oleh bank, maka dicatat di kredit oleh bank.
Saldo rekening bank menunjukkan jumlah uang perusahaan yang disimpan di bank dalam bentuk giro/rekening koran, maka di catat di sisi debet oleh perusahaan.
Pihak bank juga mencatat tentang utang rekening koran dengan setiap nasabahnya.
Saldo utang rekening koran menunjukkan jumlah uang nasabah yang terutang oleh bank, maka dicatat di kredit oleh bank.
Categories
AKUNTANSI KAS
Kas Kecil
Dana kas kecil adalah uang yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil, dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek.
Cara pencatatan dana kas kecil ada 2 cara, yaitu :
1. Sistem dana tetap
Dalam metode ini, dana kas kecil besarnya selalu tetap, sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh manajemen, sehingga tidak setiap pengeluaran dicatat dalam kas kecil.Pencatatan kembali dana kas kecil hanya dilakukan jika ada penambahan/pengisian kembali dana kas kecil.
2. Sistem dana tidak tetap
dana kas kecil berubah-ubah sesuai dengan transaksi yang menyangkut kas kecil.Setiap terjadi perubahan jumlah uang dalam kas kecil selalu diadakan pencatatan.
Cara pencatatan dana kas kecil ada 2 cara, yaitu :
1. Sistem dana tetap
Dalam metode ini, dana kas kecil besarnya selalu tetap, sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh manajemen, sehingga tidak setiap pengeluaran dicatat dalam kas kecil.Pencatatan kembali dana kas kecil hanya dilakukan jika ada penambahan/pengisian kembali dana kas kecil.
2. Sistem dana tidak tetap
dana kas kecil berubah-ubah sesuai dengan transaksi yang menyangkut kas kecil.Setiap terjadi perubahan jumlah uang dalam kas kecil selalu diadakan pencatatan.
Categories
AKUNTANSI KAS
Cara Memperoleh Aktiva Tetap
Aktiva tetap dapat diperoleh dengan berbagai cara, antara
lain :
1.Membeli tunai
Contoh : Dibeli tunai sebuah kendaraan seharga Rp 30.000.000
juta, biaya balik nama, asuransi, dll Rp 1.800.000
Jurnalnya :
Kendaraan Rp
31.800.000
Kas Rp
31.800.000
2.Membeli secara kredit atau angsuran
Contoh : Dibeli sebuah mesin dengan 60 kali angsuran bulanan
@Rp 500.000 harga tunai mesin tersebut Rp 24.000.000
Jurnalnya :
Mesin Rp
24.000.000
Bunga yang ditangguhkan Rp
6.000.000
Hutang
angsuran Rp
30.000.000
Categories
AKTIVA TETAP
Pengertian Aktiva Tetap
Aktiva tetap adalah aktiva yang dimiliki oleh perusahaan, yang sifatnya permanen dan digunakan dalam kegiatan normal perusahaan untuk jangka panjang serta mempunyai nilai yang cukup material.
Karakteristik aktiva tetap :
1.Digunakan dalam kegiatan normal perusahaan
2.Masa manfaatnya lebih dari 1 tahun
3.Mempunyai nilai yang cukup tinggi
4.Bersifat tetap/permanen
Berdasarkan sifatnya, aktiva dibedakan menjadi 2 :
1. Aktiva Tetap berwujud (Tangible Fixed Assets)
2. Aktiva Tetap tidak berwujud (Intangible Fixed Assets)
Categories
AKTIVA TETAP
Langganan:
Postingan (Atom)
Free Music at divine-music.info